Sunday, February 1, 2009

Bencana membawa berkat


Pada hari Rabu, tgl 28 Januari 2009, adalah hari yang mengejutkan bagi kami. Pada siang hari suamiku menelepon dan bertanya apakah aku siap menerima berita baru. Aku bilang siap. Karena aku tahu pasti bahwa ini menyangkut pekerjaannya dan kalau soal ini tidak ada lagi yang bisa membuatku terkejut. Soalnya, selama 1,5 tahun terakhir ini, kami sudah sangat sering mendapat "kejutan" dari perusahaan. Kejutan itu selalu berupa : jantung berdebar-debar, hati tak tenang, pikiran buntu, pesimis,merasa tak berharga dan tidak ada gairah kerja. Ketika suamiku mengatakan bahwa dia akan dimutasi ke kantor pusat Jakarta, aku melompat-lompat kegirangan. Wah, kali ini kejutannya beda ya? Aku langsung bilang ke suamiku bahwa aku mau ikut pindah ke Jakarta. Suamiku bilang dia dapat SK mutasi dengan alasan "arealnya kotor" plus bonus peringatan terakhir. Padahal peringatan pertama dan kedua tidak pernah dia terima. Memang sangat mengecewakan. SK itu seperti suatu stempel yang mengatakan : hey lihat, aku ini nggak becus kerja! Rumah aja bisa kotor, apalagi areal kebun.
Tetapi semakin sering kami membicarakan mutasi ini, kami semakin senang. Suamiku bilang sudah bosan tinggal di kebun, kurang informasi dan wawasan tidak bertambah. Suamiku semakin bersemangat karena Sabtu nggak kerja, jadi setiap Sabtu dia mau full untuk bisnis. Dan yang paling indah, dia bisa melayani Tuhan di gereja. Itu kerinduannya sejak lama, ingin aktiv melayani di gereja. Tetapi sejak di kebun Sumatra Selatan dia sama sekali tidak bisa melayani. Dan bonusnya adalah, kami bisa bersatu lagi, dan tidak terpisah. Jadi 3 hal positif yang bisa didapatnya dengan mutasi ini : bisnis, melayani Tuhan dan kumpul dengan keluarga. Kami yakin dan percaya ini semuanya rencana Tuhan. Dan rencana Tuhan itu selalu indah.
Sejak kabar mutasi ini merebak, berbagai macam tanggapan yang kami dapat, dari rekan-rekan kerja, teman-teman dan saudara-saudara. Ada yang malah membuat kami patah semangat dengan mengatakan hal-hal yang tidak enak yang akan kami dapatkan di kantor pusat Jakarta! Sabar .....sabar ....Ada yang emosi dan mengatakan harus kami tempuh jalur hukum sambil menceritakan kasus-kasus yang lebih berat yang dapat dimenangkan .....aduh tidaklah, kami juga belum tahu hak-hak apa yang kami dapatkan nanti dari perusahaan .....ada juga yang bertanya-tanya tapi nadanya seperti tidak senang .....cemburu kali dan mungkin mereka yang berharap bisa tinggal di Jakarta .....ada juga yang mengatakan dengan nada mengasihani : sabar ya ....ini semua rencana Tuhan .....memangnya kami kenapa, kami bahkan sukacita mau pindah ke Jakarta ....dan paling banyak memberikan dukungan ....nah ini yang kami paling suka. Ada yang bahkan mengucapkan selamat ...heheheh .....banyak yang mengatakan : bu, pasti berhasil di Jakarta, soalnya ibu kan lincah, nggak bisa diam, kutu loncat dan dan dan ....itu semua membuat kami bersemangat. Kata-kata yang positif membuat kami semakin bergairah.
Kini, rasa sukacita mematikan rasa kecewa. Karena suka cita kami terlalu besar. Setiap hari aku dan suamiku bertelepon, kami membahas ide-ide baru, mematangkan rencana-rencana, dan semakin lama kami semakin tidak sabar untuk tinggal di Jakarta. Karena sungguh banyak peluang bisnis yang mau kami coba jalankan nanti. Kami berharap, rencana-rencana kami adalah juga rencana Tuhan.
Kami tidak mempermasalahkan mutasi itu lagi. Malah kalau boleh kami berkata : terimakasih Tuhan untuk mutasi itu. Terimakasih perusahaan ....
Kami belum tahu bagaimana ke depannya nanti. Apa jabatan suamiku di Jakarta nanti kami belum tahu. Apa yang akan diperolehnya nanti kami juga belum tahu.Mungkin dia akan dijatuhkan sampai titik terendah. Semuanya kami serahkan pada Tuhan Yesus. Dia yang tahu apa yang terbaik bagi kami. Pada awalnya pasti kami akan merasakan hal-hal berat, tetapi itu adalah jalan untuk menadapatkan berkat yang lebih besar. Sekarang, apakah kami akan tahan uji?

0 comments:

Post a Comment